Mewujudkan Perjalanan untuk Mencapai Ibadah Spiritual yang Murni & Ikhlas sebagai Biro Unggulan & Kepercayaan Anda

0816 209 211    Jl. Ketintang Baru III No. 2B, Surabaya

Home7 Sunnah Haji yang Bisa Diamalkan dalam Ibadah HajiEdukasi7 Sunnah Haji yang Bisa Diamalkan dalam Ibadah Haji

7 Sunnah Haji yang Bisa Diamalkan dalam Ibadah Haji

Assalamu’alaikum sobat haji Surabaya! – Haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu baik secara materi, jiwa, maupun fisik. Merupakan salah satu rukun Islam yang kelima, ibadah haji tidak hanya mengandalkan pelaksanaan rukun-rukunnya saja, tetapi juga mengenai pelaksanaan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sunnah haji adalah amalan-amalan yang dilakukan dalam rangka menyempurnakan ibadah haji, dimana pelaksanaannya mendatangkan pahala, sedangkan meninggalkannya tidak mendatangkan dosa. Untuk lebih memahami sunnah-sunnah ini, yuk baca lebih lanjut disini!

7 Sunnah dalam Melaksanakan Ibadah Haji

1. Thawaf Qudum

Image Source: Freepik.com

Thawaf Qudum adalah salah satu dari tiga jenis thawaf yang dilakukan dalam ibadah haji. Ini dilakukan oleh jemaah haji yang baru tiba di Makkah sebagai bentuk penghormatan awal terhadap Ka’bah. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya thawaf ini sebagai bentuk penghormatan kepada Ka’bah. Dalam sebuah hadis, beliau menyatakan, “Siapa yang mendatangi Ka’bah maka hendaknya menghormatinya dengan thawaf.” Ini menegaskan bahwa thawaf Qudum adalah sunnah yang sangat ditekankan untuk dilakukan oleh setiap jemaah haji.

2. Bermalam (Mabit) di Mina

Mina adalah sebuah tempat yang menjadi tujuan bagi jemaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah. Bermalam di Mina merupakan salah satu sunnah bagi jemaah haji, di mana mereka melakukan berbagai aktivitas ibadah seperti melempar jumrah aqabah, tahalul awal, dan mengambil nafar awal atau nafar tsani. Mabit di Mina memberikan kesempatan bagi jemaah haji untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah yang dilakukan di tempat suci ini.

3. Idhtiba

Idhtiba adalah cara memakai pakaian ihram dengan membuka bahu sebelah kanan dan membiarkan bahu sebelah kiri tertutup kain ihram. Ini merupakan tata cara yang dianjurkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Melakukan idhtiba adalah bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW dalam pelaksanaan ibadah haji, serta merupakan simbol dari kesucian dan kesederhanaan yang harus dimiliki oleh setiap jemaah haji.

4. Raml

Image Source: Freepik.com

Raml adalah berjalan cepat dengan memendekkan langkah kaki, khusus untuk kaum laki-laki jemaah haji. Sunnah ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa pada tiga putaran pertama, para jemaah haji berlari-lari kecil, kemudian putaran berikutnya diselesaikan dengan jalan biasa. Raml merupakan salah satu bentuk ibadah yang mengajarkan kesungguhan dan keteguhan hati dalam menjalani ibadah haji.

5. Mencium Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah batu yang diturunkan dari surga. Meskipun awalnya berwarna putih, namun karena dosa manusia, batu tersebut berubah menjadi hitam. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk mencium Hajar Aswad ketika melaksanakan ibadah haji sebagai bentuk penghormatan. Hal ini merupakan bagian dari sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap jemaah haji sebagai bentuk penghormatan kepada tempat suci tersebut.

6. Thawaf Wada’

Thawaf Wada’ dilakukan setelah menyelesaikan semua ritual haji, sebelum meninggalkan Makkah. Meskipun bukan bagian dari rukun haji, namun sunnah ini sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk penutup ibadah haji. Thawaf Wada’ merupakan kesempatan terakhir bagi jemaah haji untuk berada di sekitar Ka’bah sebelum meninggalkan Makkah, sehingga sangat penting untuk dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dan kesungguhan.

7. Mabit di Muzdalifah

Sebelum melanjutkan ke Mina setelah wukuf di Arafah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya biasa bermalam di Muzdalifah. Mabit di Muzdalifah adalah sunnah yang mengajarkan kesederhanaan dan ketabahan dalam menghadapi ujian. Mabit di Muzdalifah memberikan kesempatan bagi jemaah haji untuk merenungkan makna ibadah haji dan memperkuat keimanan serta ketabahan dalam menjalani ibadah yang penuh hikmah ini.

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, sunnah-sunnah haji yang telah dijelaskan merupakan bagian integral dari ibadah haji yang memberikan dimensi spiritual yang mendalam bagi jemaah haji. Melaksanakan sunnah-sunnah ini bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai cara untuk memperdalam keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah haji, jemaah haji dapat memperoleh pahala yang besar serta mendekatkan diri kepada-Nya dalam perjalanan spiritual mereka.

Baca artikel selanjutnya tentang Apa itu Haji? Simak Pengertian, Syarat, dan Rukunnya


Itulah sunnah-sunnah Haji yang bisa dilakukan saat ibadah Haji!

Jika Anda berminat ke tanah suci, percayakan pada An-Namiroh Travelindo. Sebagai biro travel umroh dan haji yang terpercaya, An Namiroh Travelindo memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan layanan terbaik dan penuh amanah bagi jamaah dalam menjalankan ibadah umroh.

Kami memahami bahwa perjalanan umroh dan haji adalah pengalaman yang sangat berarti bagi para jamaah. Oleh sebab itu, An-Namiroh Travelindo selalu berusaha untuk memberikan pengalaman beribadah yang tak terlupakan bagi para jamaah umroh dan haji. Siap untuk berangkat ke tanah suci? Yuk percayakan pada An-Namiroh Travelindo, hubungi kami disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kami adalah biro travel Umroh terbaik dan terpercaya di Surabaya. Dengan pengalaman bertahun tahun, Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan memastikan pengalaman perjalanan Anda dengan An Namiroh Travelindo menjadi sukses, bermakna dan memuaskan.

Perusahaan

Kontak

© 2024 PT. An Namiroh Travelindo Wilayah Surabaya Gayungan. Made with passion by Digital360

0 Item | Rp0
View Cart