Mewujudkan Perjalanan untuk Mencapai Ibadah Spiritual yang Murni & Ikhlas sebagai Biro Unggulan & Kepercayaan Anda

0816 209 211    Jl. Ketintang Baru III No. 2B, Surabaya

Home12 Bagian Ka’bah yang Wajib Diketahui Sebelum Haji dan UmrohEdukasi12 Bagian Ka’bah yang Wajib Diketahui Sebelum Haji dan Umroh

12 Bagian Ka’bah yang Wajib Diketahui Sebelum Haji dan Umroh

Assalamu’alaikum sobat haji surabaya! – Siapa disini yang berencana untuk mengunjungi tanah suci? Beribadah ke tanah suci merupakan impian bagi setiap umat muslim. Apalagi ibadah haji telah masuk dalam kategori rukun islam. Mengunjungi rumah ibadah Ka’bah dan melakukan ibadah haji adalah suatu kewajiban untuk seorang ummat muslim yang dianggap mampu untuk melakukannya. Selama ribuan tahun, Ka’bah telah menjadi tempat peribadatan terpenting nan suci bagi umat muslim. Sebelum pergi ke Mekkah untuk melihat Ka’bah dan beribadah di sana, ada baiknya kita kenali dahulu bagian-bagian Ka’bah, agar makin maksimal ibadah yang kita kerjakan di Tanah Suci. Yuk baca bagian-bagian Ka’bah yang wajib diketahui disini!

12 Bagian Ka’bah yang Wajib Diketahui

Ka’bah sendiri merupakan bangunan berbentuk kubus dari susunan batu yang di setiap titiknya memiliki makna. Bukan hanya sekadar bangunan yang bisa dikunjungi, Ka’bah merupakan arah kiblat bagi setiap umat muslim di seluruh dunia. Sama seperti bangunan lainnya, terdapat bagian-bagian Ka’bah yang meliputi: 

1. Hajar Aswad

Hajar Aswad, atau batu hitam, terletak di sudut timur Ka’bah. Batu ini memiliki sejarah yang kaya, diyakini sebagai batu yang turun dari surga. Menurut beberapa riwayat, batu ini awalnya berwarna putih, namun karena dosa-dosa manusia, warnanya berubah menjadi hitam. Keberadaan Hajar Aswad menjadi simbol penting dalam ibadah haji, dan mencium atau menyentuhnya adalah tindakan yang sangat dihormati dan dianjurkan dalam sunnah Rasulullah SAW.

2. Pintu Ka’bah

Pintu Ka’bah merupakan tempat masuk dan keluar dari Ka’bah. Pada masa sekarang, terdapat dua pintu utama yang terletak di sisi timur Ka’bah. Pintu Ka’bah memiliki nilai simbolis, mengingatkan umat Islam akan kehormatan dan kesucian tempat tersebut. Meskipun pintu ini digunakan sebagai jalur fisik untuk masuk dan keluar, secara simbolis, pintu Ka’bah mencerminkan pintu keampunan dan rahmat Allah.

3. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah tempat tinggal Nabi Ismail dan ibunya Hajar yang berada di sisi utara Ka’bah. Bentuknya berupa setengah lingkaran dan memiliki sejarah yang berhubungan erat dengan pembangunan Ka’bah. Dalam riwayatnya, setelah Nabi Ibrahim meninggalkan istri dan putranya di lembah Makkah, Nabi Ismail dan ibunya membangun Hijir Ismail dengan batu-batu yang mereka temukan di sekitarnya. Jemaah haji dianjurkan untuk menunaikan salat di Hijir Ismail, dan salat di sini dianggap memiliki keistimewaan seperti salat di dalam Ka’bah.

4. Mizab Ar Rahman

Mizab Ar Rahman adalah talang air yang terletak di atas Ka’bah. Fungsi utamanya adalah mengumpulkan air hujan yang kemudian mengalir ke dalam Ka’bah. Tempat ini dianggap sebagai simbol rahmat Allah yang berlimpah kepada para jemaah yang berkumpul di Masjidil Haram. Saat berada di sekitar Ka’bah, terutama di dekat Mizab Ar Rahman, jemaah haji dianjurkan untuk berdoa dan memohon rahmat dari Allah SWT.

5. Syadzarwan

Syadzarwan adalah bagian yang terletak di sekeliling dinding Ka’bah, khususnya di bibir bawah pondasi Ka’bah. Meskipun mungkin tidak selalu terlihat dengan jelas, tempat ini tetap dianggap sebagai bagian yang memiliki keberkahan dan nilai spiritual dalam kompleks Ka’bah. Jemaah haji seringkali melakukan dzikir dan doa di sekitar Syadzarwan sebagai bentuk penghormatan dan kekhususan tempat ini dalam konteks ibadah haji.

6. Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim terletak di sisi timur Ka’bah dan merupakan bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah. Meskipun tempat ini bukanlah makam sebenarnya, keberadaannya memiliki nilai sejarah yang mendalam. Pada saat Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim berdiri di atas batu ini. Dalam tanda penghormatan dan pengenangan terhadap peristiwa tersebut, jemaah haji dianjurkan untuk salat di sisi belakang Maqam Ibrahim.

7. Multazam

Multazam adalah area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini memiliki keistimewaan khusus, di mana doa-doa yang dipanjatkan di sini diyakini lebih mustajab. Jemaah haji dan umrah berbondong-bondong menuju Multazam setelah menyelesaikan tawaf, berdoa dan merayu ampunan Allah SWT. Kesempatan untuk berdoa di Multazam dianggap sebagai anugerah dan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para peziarah.

8. Kiswah

Kiswah adalah kain penutup Ka’bah yang diganti setiap tahunnya. Kain ini biasanya terbuat dari sutera hitam dengan aplikasi kaligrafi yang indah dan bersulam emas. Kiswah memiliki makna simbolis yang dalam, mencerminkan kemuliaan dan kebersihan tempat suci tersebut. Proses penggantian kiswah diselenggarakan setiap tahun pada malam Hari Raya Haji dan dihadiri oleh para pejabat tinggi Kerajaan Arab Saudi. Kiswah juga seringkali dipotong-potong kecil dan diberikan sebagai kenang-kenangan kepada jemaah haji.

9. Rukun Hajar Aswad

Rukun Hajar Aswad adalah batu penunjuk awal bagi jemaah haji untuk memulai tawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah. Terletak di sebelah barat Hajar Aswad, tempat ini menjadi titik awal tawaf yang dilakukan oleh umat Islam. Jemaah haji diminta untuk menyentuh atau mencium Rukun Hajar Aswad sebelum memulai ritual tawaf mereka sebagai tanda niat dan penghormatan terhadap rukun penting dalam ibadah haji.

10. Rukun Yamani

Rukun Yamani berlokasi di sisi barat daya Ka’bah, sebelum Hajar Aswad dari arah tawaf. Tempat ini mendapatkan namanya karena posisinya yang menghadap ke arah Yaman. Jemaah haji disarankan untuk mengusap Rukun Yamani sebagai tanda penghormatan. Meskipun tidak disyaratkan mencium atau mengarahkan isyarat tangan seperti pada Hajar Aswad, pengusapan Rukun Yamani menjadi salah satu tradisi ibadah haji yang kaya makna.

11. Rukun Syami

Rukun Syami merujuk pada bagian Ka’bah yang terletak di sisi timur laut, tepat di hadapan Hajar Aswad. Tempat ini menjadi titik awal bagi para jemaah haji untuk memulai tawaf. Rukun Syami memiliki signifikansi khusus dalam ritual tawaf, dan jemaah haji diminta untuk menyentuh atau mencium bagian ini sebelum memulai perjalanan mereka mengelilingi Ka’bah.

12. Rukun Iraqi

Rukun Iraqi adalah bagian Ka’bah yang terletak di sisi barat laut, berlawanan dengan Rukun Syami. Sebagai poin penting dalam tawaf, Rukun Iraqi menjadi bagian dari perjalanan mengelilingi Ka’bah. Jemaah haji juga disarankan untuk mengusap bagian ini sebagai bentuk penghormatan dan kesyahidan selama melaksanakan tawaf.

Baca artikel selanjutnya tentang Apa itu Haji? Simak Pengertian, Syarat, dan Rukunnya


Itulah bagian-bagian dari Ka’bah yang perlu kalian ketahui . Semoga informasinya bermanfaat ya!

Jika Anda berminat ke tanah suci, percayakan pada An-Namiroh Travelindo. Sebagai biro travel umroh dan haji yang terpercaya, An Namiroh Travelindo memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan layanan terbaik dan penuh amanah bagi jamaah dalam menjalankan ibadah umroh.

Kami memahami bahwa perjalanan umroh dan haji adalah pengalaman yang sangat berarti bagi para jamaah. Oleh sebab itu, An-Namiroh Travelindo selalu berusaha untuk memberikan pengalaman beribadah yang tak terlupakan bagi para jamaah umroh dan haji. Siap untuk berangkat ke tanah suci? Yuk percayakan pada An-Namiroh Travelindo, hubungi kami disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kami adalah biro travel Umroh terbaik dan terpercaya di Surabaya. Dengan pengalaman bertahun tahun, Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan memastikan pengalaman perjalanan Anda dengan An Namiroh Travelindo menjadi sukses, bermakna dan memuaskan.

Perusahaan

Kontak

© 2024 PT. An Namiroh Travelindo Wilayah Surabaya Gayungan. Made with passion by Digital360

0 Item | Rp0
View Cart